Homeschooling

“The only thing that prevents me from learning is my education”

Albert Einstein

Tepat Juni tahun lalu, aku lulus SD dengan nilai UN memuaskan. Kelulusanku itu dipenuhi dilema tentang rencana pendidikan yang akan kujalani selanjutnya. Setahun sebelum hari kelulusan itu, mamaku memperkenalkanku dengan homeschooling (HS). Setelah membaca beberapa buku yang menjelaskan sistem dan konsep HS, aku sempat meyakinkan diri untuk ber-HS mulai SMP. Tapi berbagai respon bermunculan mewarnai pasca keputusanku untuk ber-HS. Mulai dari saudara, guru, sampai ibu-ibu penjual nasi kuning langganan yang kebetulan menanyai rencanaku di SMP nanti. Orang-orang yang memberi respon buruk biasanya menjelaskan kekhawatirannya soal sosialisasi dan ujian akhir. Salah satu guruku di SD menganggap alasanku ber-HS semata-mata karena ingin menjauhkan diri dari pergaulan bebas di sekolah.

hs

Respon buruk yang kuterima membuatku gentar untuk melaksanakan HS. Aku berkali-kali memberitahu orangtuaku bahwa aku tidak bisa memilih antara melanjutkan sekolah formal atau HS. Akhirnya mereka yang memilihkan untukku. Keputusan finalnya adalah, aku akan ber-HS mulai SMP.

Sejak menjalankan homeschooling, daftar yang mengomentariku soal HS tambah banyak. Bapak-bapak di stasiun kereta api, ibu-ibu di tempat kursus musik, guru les matematika, bahkan saudara-saudaraku masih juga bertanya. Pertanyaannya selalu:

“Belajarnya gimana? Manggil guru dari luar?”

“Ujiannya gimana? Gak ada rapor?”

“Gimana cara kamu sosialisasi?”

Aku sudah kenyang dengan stigma orang awam tentang HS yang sudah puluhan kali kujelaskan sampai bosan. Orang-orang mengira HS itu seperti sekolah yang dipindah ke rumah. Ada guru, papan tulis, buku, pensil, dan ujian harian. Bedanya hanyalah tidak ada teman.

Padahal konsep HS pada dasarnya adalah, belajar kapan saja, di mana saja, dengan siapa saja. Aku belajar dari internet, buku, berita di TV, film, dan orang-orang di sekelilingku. Aku tidak selalu belajar di rumah. Contohnya, Aku pernah menjadi volunteer di acara Bandung Historical Study Game. Di sana aku belajar berorganisasi mengatur ratusan peserta lomba. Di sana pun aku bertemu kakak-kakak mahasiswa yang menjelaskan kepadaku tentang sejarah Bung Karno saat kami bertugas menjaga pos di rumah Inggit Garnasih. Aku belajar tentang sejarah musik dari buku karya guru biolaku. Aku belajar bahasa inggris dari lagu dan film favoritku. Aku mengerti sistem pemerintahan setelah menonton berita di TV dan menanyakan hal-hal yang tak kumengerti ke orangtuaku. Dan aku merasa ilmu yang kudapatkan lebih terasa berharga dibanding saat aku bersekolah formal.

Aku bangga bisa berkenalan dengan homeschooling.

12 respons untuk ‘Homeschooling

  1. Perkenalkan, nama Saya seperti yang terlihat di dekat foto.

    Saya tertarik dengan homeschooling, karena lebih bisa mengembangkan minat, daripada di boarding school khusus laki-laki, sudah santrinya banyak, pelajarannya sangat banyak, laki-laki semua, rasanya tidak ada waktu untuk mengembangkan minat. Apalagi untuk orang yang maniak komputer seperti Saya.

    Kalau boleh tahu, situs-situs apa saja yang biasanya dibaca/jadi bahan belajar ?

    Saran, setiap kali posting tulisan, sebaiknya di beri break (yang gambarnya dua garis tebal diatas dan bawah, dan di tengah nya ada garis putus-putus, terletak di kolom Visual, pada baris tools), untuk memberikan efek (kalau di situs lain biasanya baca lebih lanjut/read more), dengan begitu tulisan tidak langsung tertera semua di halaman Home/Beranda, dan akan membuat jumlah pengunjung lebih banyak, karena pergantian halaman.

    Kalau mau kunjungi blog Saya http://ghazaliwasimun.wordpress.com
    Oh ya, Kamu seorang penulis ya, bisa kasih saran/perbaikan untuk tulisan Saya.

    Makasih 🙂

    Suka

    1. Halo Ghazali.. makasih udh mengunjungi blogku ya..:)
      Untuk belajar, aku ikut beberapa kursus online;
      Bhs inggris: razkids.com
      Matematika: ixl.com
      Pelajaran2 sekolah lainnya: zenius.net
      Selebihnya, misalnya musik dan olahraga, aku ikut kursus privat di kotaku.
      Btw, makasih sarannya..membantu sekali 🙂
      Kamu bisa follow twitterku @kiranasulaeman kalo mau ngobrol ttg homeschooling lebih jauh lagi.

      Suka

      1. Makasih kembali atas jawabannya, lebih dari yang Saya harapkan.
        Oh ya, sebenarnya nama asli Saya Ghazali Hasan Nasakti, panggil saja Sakti
        Saya akan follow Twitternya.

        Suka

  2. Teh, pengalaman yang teteh alami sama persis dengan pengalamanku waktu tahun lalu mencoba sekolah formal. Awalnya semua orang bertanya, “Kamu SD di mana?”. Jawabku, ‘Homeschooling, sekolah di rumah.” Setelah itu pertanyaan mereka berganti menjadi,
    “Belajarnya gimana?”
    “UN-nya gimana?”

    Sedangkan waktu SD aku HS, kalau aku ikut mama ke pasar atau ketemu tetangga di jalan, nanyanya selalu gini,”Nggak sekolah?” Awalnya membosankan banget, tapi sekarang sudah nggak terlalu.

    Oya, teh, ada website khusus buat belajar mengetik 10 jari, https://www.typing.com/
    Teh, aku pengen dikasih beberapa tips menulis via email: azkiamardhiah@gmail.com
    Makasih sebelumnya 😀

    Suka

      1. Trims, Teh! Buat yang baca bukunya kurasa sudah rajin, tapi kutambah lagi porsinya deh! Kan nggak ada salahnya juga banyak baca 🙂 Untu menulis diary/blog, Insya Allah aku praktekkan, Teh. Makasih lagi ya 🙂

        Suka

  3. …berbagai respon bermunculan mewarnai pasca keputusanku untuk ber-HS. Mulai dari saudara, guru, sampai ibu-ibu penjual nasi kuning langganan…

    aku sudah kenyang dengan stigma orang awam tentang HS yang sudah puluhan kali kujelaskan sampai bosan

    saya membayangkan sedang nonton sebuah film (edukasi) tentang homeschooling, pas dialog dan respon orang2 itu. tks sdh berbagi.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s