Food For Thought #3: Utak-Utik Makna Kesulitan, Kegagalan, Masalah

Sekarang mari kita utak-atik makna atas kegagalan, kesulitan, dan masalah, lalu kita buktikan bahwa semua istilah-istilah negatif ini sebenarnya sangat ambigu dan pada akhirnya bukan lagi hal yang negatif.

Apa sih makna kegagalan? Kegagalan itu artinya sesederhana “rencana saya yang gagal”, bukan “saya yang gagal”.  Maka solusinya juga sederhana: cari rencana lain.

Jadi gini, misalnya aku gagal masuk universitas yang kuinginkan. Nah yang gagal itu rencanaku masuk ke univ itu, bukan diriku. Artinya aku perlu mencari rencana lain, misalnya mendaftar di univ lain, atau ikut bimbel dan ujian lagi di tahun berikutnya. Kalau rencana itu gagal juga? Ya cari rencana lain lagi, minta saran dari orang-orang yang sudah berhasil, dan bekerja keras.

Lagipula, kegagalan itu berkah. Rasa sakit kita sebenarnya merupakan titik pengembangan diri supaya lebih kuat dari sebelumnya. Semua orang sukses pasti pernah mengalami kegagalan.

Apa sih makna masalah? Masalah adalah adanya gap antara keinginan dan kenyataan. Solusinya adalah sesederhana mendekatkan dan menyamakan gap ini. Cara mendekatkan gap itu adalah dengan pikiran (pikirkan solusinya), bukan pake perasaan. Kalau pakai perasaan, kita bawa-bawa rasa stres, kecewa, takut, capek, dan akhirnya pasti terasa berat duluan.

Contohnya, kita lagi banyak tugas. Tiba-tiba pikiran kita stuck karena terlalu banyak yang harus dikerjakan. Itu masalah kan? Nah, kalau kita langsung stres mikirinnya, itu artinya kita menyelesaikan masalah dengan perasaan. Coba kalau kita selesaikan dengan pikiran; ya udah, tinggal kerjakan tugas itu sedikit-sedikit, dari yang mudah dulu sampai yang tersulit. Supaya tidak stuck, coba refreshing dulu sebentar, jalan-jalan ke luar, atau cari saran dari teman atau guru. Sudah deh, terselesaikan masalahnya.

Sekarang, apa maknanya sulit/susah? Ketika kita merasa kesulitan melakukan sesuatu, itu artinya kita tidak tahu atau tidak terbiasa. Kalau aku kesulitan mengerjakan soal probablitas matematika, itu artinya bisa jadi aku sebenarnya belum terlalu paham tentang materi itu, atau aku belum terbiasa mengerjakan soal semacam itu. Solusinya: pelajarilah sampai paham! Latihanlah dengan rajin supaya terbiasa!

Melihat makna-makna baru yang kujabarkan di atas, terlihat bahwa istilah-istilah negatif yang ada di sekeliling kita ternyata tidak bermakna negatif juga. Dan yang paling penting adalah, kita bisa merasakan bahwa hidup itu sebenarnya ringan, hehe…

Sebagai tambahan, kita harus ingat bahwa segala masalah, kegagalan dan kesulitan kita berasal dari diri kita sendiri. Gak boleh langsung menyalahkan atau melempar masalahnya ke orang lain dan Tuhan. Kitalah yang bertanggungjawab memberesekan semua masalah kita sendiri.

Misalnya kita tiba-tiba ditipu sama penjual online, rugi jutaan rupiah. Lalu kita salahkan di penjual saja. Ya, memang sih, si penjual itu memang salah dan harus dituntut, tapi percayalah kita juga punya masalah dengan diri sendiri. Mungkin kita tidak hati-hati, tidak perhatian, tidak kritis, tidak tahu proses jual-beli online yang aman, atau tidak mengecek kredibilitas si penjual.

Aku pernah mendengar dari seorang ahli hipnoterapi, bahwa orang-orang yang terkena penipuan, bahkan penipuan dengan hipnotis, mereka pada dasarnya tidak kritis. Ketika didekati orang asing di tengah jalan dan dibilang “Saya orang dari bank, boleh saya pinjam kartu ATM ibu sama pinnya?”, langsung diiya-iyain saja. Yah, pantaslah ditipu.

Kasus lainnya, ada orang yang tiba-tiba terkena penyakit paru-paru dan harus dirawat di rumah sakit. Lalu orang itu lempar masalahnya ke Tuhan (meskipun dengan niat baik): “Ini cobaan dari Allah, saya ikhlas kok.” Padahal, ternyata dia kena penyakit paru-paru karena keranjingan merokok, 2 bungkus perhari. Paru-parunya dipenuhi zat nikotin dan karbon monoksida. Jadi penyakit itu disebabkan oleh diri atau kehendak Tuhan?

Contoh-contoh di atas adalah contoh cara berpikir blaming (menyalahkan) di teori Neuro-Semantics.

Cara berpikir ini perlu dibuang jauh-jauh agar membantu kita menjauhi kemungkinan terkena masalah-masalah di masa depan.

2 respons untuk ‘Food For Thought #3: Utak-Utik Makna Kesulitan, Kegagalan, Masalah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s