Being A Teenager

Sebentar lagi umurku akan genap 14 tahun. Aku sedang mengalami masa-masa remaja dengan gejolak emosi yang tinggi. My hormones going wild, and I think this is the most difficult period of my life. My parents are always controlling my life even more then the time when i was 5 years old. I am way too stressed out with everything in my life right now.  Oke, aku lebay. Keadaannya tidak benar-benar seperti itu. Tapi aku memang merasa sangat berbeda dibanding satu tahun lalu. Aku lebih sering memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentangku, sensitif, mood swings, dan merasa tidak ada yang dapat mengerti perasaanku.

peter pan

Karena aku mengalami hal-hal aneh seperti ini, aku membaca buku berjudul Life-Span Development–Perkembangan Masa Hidup oleh John W. Santrock. Kalau tidak salah, itu buku untuk mahasiswa jurusan psikologi.Tulisan-tulisan ilmiah tentang masa remaja di buku itu memang benar-benar cocok dengan keadaanku sekarang. Misalnya di bab berjudul Perubahan-Perubahan Perkembangan Kognitif tertulis bahwa kekuatan pemikiran remaja yang sedang berkembang membuka cakrawala sosial yang baru. Pemikiran mereka semakin logis dan idealistis serta cenderung menginterpretasikan dan memantau dunia sosial. Nah, aku memang mulai mengikuti berita-berita sosial yang sebelumnya aku anggap membosankan. Aku sering bertanya-tanya tentang politik, pendidikan, dan ekonomi di Indonesia. Aku menyadari betapa banyaknya permasalahan di negeri ini. Aku bersyukur mamaku kuliah di HI dan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Kemudian, di situ ditulis juga bahwa remaja dapat membangkitkan situasi-situasi khayalan, kemungkinan-kemungkinan hipotetis, atau dalil-dalil dan penalaran yang benar-benar abstrak, seperti, “Aku mulai berpikir tentang mengapa aku memikirkan apa yang sedang kupikirkan. Kemudian aku mulai berpikir mengapa aku memikirkan tentang mengapa aku memikirkan apa yang sedang aku pikirkan”. Yup! itu yang suka kupikirkan.

Remaja memiliki keyakinan bahwa orang lain memperhatikan dirinya sebagaimana halnya dengan dirinya sendiri. Bahasa gaulnya, remaja itu suka geer. Ada bolong kecil di celana saja sudah panik karena merasa semua orang memperhatikannya seperti seorang artis. Ya, itulah aku!

Masih banyak hal-hal menarik yang aneh pada remaja yang dijelaskan buku ini. Apapun itu, aku berusaha menikmati masa-masa ini. Yeah, being a teenager can be difficult, but that doesn’t mean you can’t enjoy the teen years. Aku mulai mencari di internet tips cara membuat kehidupan remajaku lebih baik. Salah satunya yang aku temukan adalah don’t be lazy!