Pembentukan Kapitalisme: Bagaimana Kaum Petani yang Mandiri Dipaksa Menjadi Budak Industri

Oleh: Yasha Levine

Diterjemahkan bebas oleh Kirana Sulaeman

Kata-kata bijak ekonomi kita yang populer menyebutkan, kapitalisme sama dengan kebebasan dan masyarakat bebas, ya kan? Tapi, jika kamu pernah mencurigai bahwa logika itu bohong belaka, maka saya merekomendasikanmu buku berjudul The Invention of Capitalism, yang ditulis oleh sejarawan ekonomi bernama Michael Perelmen. Ia pernah dibuang ke Chico State, sebuah kampus kelas bawah di pinggiran California, karena penolakannya terhadap pasar bebas. Dan Perelman telah menghabiskan waktunya selama pembuangan itu dengan hal-hal yang luar biasa bagus, yaitu menggali lebih dalam hasil karya Adam Smith dan orang sezamannya untuk menulis sejarah pembentukan kapitalisme yang isinya melampaui dongeng buatan di buku The Wealth of Nations  and langsung ke sumbernya. Buku ini membuatmu mengetahui isi kebijakan para kapitalis, ekonom, filsuf, pendeta, dan negarawan yang asli. Dan isinya itu sama sekali tidak bagus.

Satu hal yang jelas menurut catatan sejarah adalah bahwa Adam Smith dan teman-teman “laissez-faire” nya merupakan sekelompok ahli statistik yang membutuhkan kebijakan pemerintah yang brutal untuk memaksa kaum petani Inggris menjadi pekerja kapitalistik yang baik dan mau menerima upah kecil seperti budak.

Lanjutkan membaca “Pembentukan Kapitalisme: Bagaimana Kaum Petani yang Mandiri Dipaksa Menjadi Budak Industri”

Neoliberalisme – ‘Doktrin Zombie’ Sebagai Sumber Segala Permasalahan Kita

Oleh: George Monbiot

Diterjemahkan bebas oleh Kirana Sulaeman

Kondisi kita hari ini adalah bagaikan orang Uni Soviet yang tidak pernah mendengar ideologi komunisme. Ideologi yang mendominasi hidup kita ini jarang diketahui oleh orang-orang. Coba sebutkan ideologi tersebut dalam percakapan, maka Anda akan direspon dengan angkatan bahu. Bahkan jika lawan bicara Anda pernah mendengar istilah itu, mereka akan kesulitan untuk menjelaskannya. Neoliberalisme, apakah Anda tahu apa itu?

Anonimitas (ketidakdikenalan) neoliberalisme justru menjadi gejala dan kekuatan dari ideologi ini. Neoliberalisme telah memainkan peran penting dalam berbagai macam krisis: keruntuhan finansial pada tahun 2007-2008, penyimpanan harta di luar negeri –Panama Paper hanya sedikit di antaranya; kemerosotan kondisi kesehatan dan pendidikan, munculnya kembali kemiskinan anak-anak, wabah kesepian, runtuhnya ekosistem, dan berjayanya Donald Trump. Namun kita merespon krisis-krisis itu seakan mereka muncul dengan sendirinya. Kita tidak sadar bahwa seluruh krisis tersebut antara lain dikatalisasi atau diperburuk oleh sebuah filosofi yang sama; filosofi yang memiliki nama. Apa kekuatan yang lebih besar dibanding kekuatan yang bisa beroperasi tanpa ada yang tahu namanya?

Demikian besar pengaruh neoliberalime sehingga kita jarang melihatnya sebagai sebuah ideologi. Kita menerima ideologi ini seolah kepercayaan yang netral; semacam hukum biologi, seperti teori evolusi Darwin. Padahal sejatinya, filosofi ini dibentuk secara sadar untuk membentuk ulang kehidupan manusia dan menggeser pusat kekuatan.

Lanjutkan membaca “Neoliberalisme – ‘Doktrin Zombie’ Sebagai Sumber Segala Permasalahan Kita”